Puisi ini terinspirasi dari blog saya pada tanggal 22 Februari 2025. Api Unggun Karya : Leonhard Di bawah langit malam yang gelap, Api unggun menyala, memecah sunyi, Bercahaya, menari-nari di angin sepoi, Menyebar hangat, merayakan keheningan. Kepulan asap melingkar, menghilang ke udara, Di setiap nyala, ada kisah yang terpendam, Dari ranting yang pecah, suara yang terdengar, Seperti bisikan alam yang merunduk dalam. Semburat jingga mengalir di wajah teman, Mata yang berbinar, bercerita tanpa kata, Di sini, di sekitar api ini, kita berbagi, Keabadian malam, yang tak lekang oleh waktu.
Menyulam Kata: Prospek dan Etika dalam Penulisan Sastra Indonesia Sastra Indonesia, sebagai bagian integral dari budaya dan identitas bangsa, memiliki prospek yang cerah di masa depan. Dalam era digital yang semakin berkembang, penulisan sastra tidak hanya terbatas pada buku cetak, tetapi juga merambah ke platform digital, seperti blog, media sosial, dan aplikasi membaca. Hal ini membuka peluang bagi penulis untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Dengan semakin banyaknya penulis muda yang berani bereksperimen dengan gaya dan tema, saya percaya bahwa sastra Indonesia akan terus berkembang dan beradaptasi dengan zaman. Motivasi saya untuk belajar dan menulis sastra berakar dari kecintaan saya terhadap bahasa dan cerita. Sejak kecil, saya terpesona oleh kekuatan kata-kata untuk menggugah emosi dan membentuk pandangan. Menulis bagi saya adalah cara untuk mengekspresikan diri, mengolah pengalaman, dan berbagi perspektif dengan orang lain. Saya percaya bahwa setiap orang memil...
Senja datang dengan langkah perlahan, Menyapu langit dalam semburat jingga, Mentari pamit di ufuk barat sana, Meninggalkan damai di dada semesta. Awan berarak menari pelan, Seakan tahu waktunya pulang, Angin berbisik lirih dan tenang, Mengiring sore menuju petang. Langit mencipta lukisan cahaya, Campur warna, lembut dan nyata, Sejenak dunia diam terpana, Menatap indahnya karya Sang Kuasa. Dalam senja kutemukan rindu, Pada waktu yang tak bisa kembali, Namun tiap senja beri haru baru, Bahwa akhir pun bisa berseri.
Komentar
Posting Komentar